| « Urgensi Pengembangan Konten Situs Web Indonesia | Client does not support authentication protocol requested by server... » |
Manusia memerlukan bi'ah Islami. Sama seperti sebuah "peak chromatography" yang memerlukan "mobile phase" yang sesuai. Apabila kadar "mobile phase" dan "column" yang digunakan sesuai, maka akan dihasilkan sebuah "peak chromatography" yang cantik dengan ketajamannya. Apabila manusia dididik dibawah bi'ah islami maka ia akan menghasilkan da'i dan murabbi.
Chromatography (kromatografi) adalah suatu istilah yang sering digunakan dalam bidang Kimia/Farmasi (mungkin yang mengambil jurusan IPA waktu SMU masih ingat). Ia adalah suatu proses untuk memisahkan senyawa kimia, menjadi senyawa-senyawa / campuran kimia yang kita inginkan. Sedangkan mobile phase adalah salah satu model prosesnya. Selain mobile phase ada juga stationery phase.
Â
Nah, kalau "Column" merupakan salah satu 'parameter' dalam proses kromatografi yang bisa diatur, sehingga bisa memperkirakan hasil yang diinginkan. Dengan kadar-kadar tertentu pada mobile phase dan column, kita bisa mengharapkan hasil yang "cantik". Peak chromatography adalah hasil yang kita inginkan, puncak dari hasil pemrosesan pemisahan senyawa kimia.
Â
Jadi, kalau bi'ah Islamiah dianalogikan dengan istilah-istilah di atas, maksudnya adalah: dengan model lingkungan yang baik (Islami), dengan sedemikian rupa pola pergaulan dan hubungan antar manusia, dengan masing-masing karakteristiknya, maka akan dihasilkan dari dalamnya da'i-da'i dan murobbi yang siap untuk terjun. Karena pada dirinya telah dibina, dipisahkannya unsur-unsur jahiliyah dan unsur kebaikan, dengan daya dukung lingkungan. Ini telah dibuktikan di beberapa LDK kampus dan rohis sekolah. Jadi, apabila lingkungan internal LDK kondisinya masih sulit dibedakan dengan ormawa lain (misalnya, akhlaq ADK masih seperti orang awam, contoh: suka mencela walaupun hanya canda, memotong pembicaraan orang lain, tidak mendengarkan dengan baik, no smile, suka tertawa terbahak-bahak berlebihan, tidak menjaga pandangan, dll --> ingat bahaya lidah), maka bisa dipastikan akan sulit memperoleh dai/murobi yang handal. Kalau pun dihasilkan da'i/murobbi, maka hasilnya itu bisa dipastikan kurang memenuhi kualitas standar (muwashofat), tidak ada kedewasaan dan kewibawaan di mata mad'u dan orang lain.
Â
Bi'ah Islami adalah lingkungan kecil yang harus kita bentuk dalam lingkungan LDK. Di mana di dalamnya para ADK gemar melakukan ibadah sunnah (apalagi ibadah wajib), ukhuwah Islamiyah-nya erat, kalau ketemu saling jabat tangan dan senyum, tegur sapa yang baik, ADK gemar membaca buku-buku Islam di perpustakaan, shaum senin-kamis, atau ayamul bidth, tilawah qur'an, shalat dhuha, mading-mading ramai setiap saat dengan artikelnya, dsb. Akhlaq ADK tidak seperti yang digambarkan pada paragraf di atas. Jika kondisi lingkungannya seperti ini, insya Allah akan mudah mendapatkan dan membentuk da'i dan murobbi yang handal, tangguh, dengan ma'nawiyah yang kuat. []
** Ini adalah coretan saya yang sudah lama (Juni 2002, at a milis) dengan beberapa koreksi sederhana. Masih agak berantakan. Kalau sempat saya rapikan jadi artikel.