| « Daftar Situs-Situs LDK dengan CMSnya | URL2 untuk Information System Infrastructure Planning » |
Secara individu, seorang aktivis dakwah kampus harus tawazun, seimbang antara peran da'awi, peran siyasi, dan akademik. Artinya, seorang aktivis dakwah kampus harus memiliki kemampuan dakwah dan tarbiyah, kemampuan mengusung perubahan di masyarakat, tanpa mengurangi prestasi akademik. Bahkan kalau perlu justru meningkatkan prestasi akademik, karena sejatinya dakwah itu adalah teladan.
Tapi secara kelembagaan, sebuah lembaga dakwah kampus ada tahapan dalam menyeimbangkan ketiga hal tersebut. Tahapan awal yang harus dilalui adalah penetrasi dalam peran da'awi, artinya kaderisasi dan pembinaan sangat ditekankan pada sebuah lembaga dakwah kampus yang baru berdiri. Jika sudah matang, maka baru bisa beranjak kepada peran siyasi dan akademik. Antara kedua hal ini, sejatinya akademik lebih diutamakan. Tapi kadangkala, realita memaksa siyasi untuk didahulukan.