« Mohon Doa RestunyaChatting in Working Hour »

Shalat Sunnah di Masjid Persinggahan

22-06-2007

Permalink 01:47:43, by hendra Email , 268 words, 475 views   Indonesia
Categories: Safar, Ibadah

Shalat Sunnah di Masjid Persinggahan

Suatu ketika, saya singgah di sebuah masjid untuk melaksanakan shalat maghrib berjamaah. Bisa dibilang, lingkungan masjid ini belum saya kenal, karena saya memang "bukan orang sini", cuma lagi lewat dan mau numpang shalat.

Shalat berjamaah sudah mulai, sedangkan saya masih ambil wudhu. Lalu saya ambil posisi shalat di tengah-tengah, baris ke-3.

Nah, setelah selesai shalat berjamaah, lalu doa satu menitan, saya langsung berdiri lagi karena mau shalat sunnah ba'da maghrib (waktu itu saya agak terburu-buru karena ingin melanjutkan perjalanan). Saya ambil posisi persis di tengah-tengah masjid untuk shalat sunnah.

Ketika saya baru mulai shalat sunnah, tiba-tiba para jamaah masjid ambil posisi di sekeliling masjid. Mereka semua duduk melingkar, membelakangi tembok. Otomatis mereka semua menghadap ke saya yang ada di tengah-tengah. Wah, kacau. Jujur saja, waktu itu saya langsung ngga konsen, ngga khusyu', karena semua jamaah mengelilingi saya, sendirian pula! Ttapi saya mencoba untuk tetap kelihatan tenaaang :)

Setelah selesai, salam, saya langsung berdiri dan ngacir ke luar. Oo.. ternyata mereka mau mengadakan dzikir berjamaah, entah tahlilan, yasinan, ngga tahu deh, wallahu'alam, karena saya buru-buru langsung ke luar masjid.

Pelajaran penting:

1. Kalau mau shalat sunnah di masjid yang kita belum kenal kulturalnya, sebaiknya ambil posisi di pinggir, atau kalau ada terasnya (tempat shalat di luar), shalat di situ kayaknya lebih baik. Biar bisa lebih tenang... Soalnya ada masjid-masjid tertentu yang punya kebiasaan seperti yang saya ceritakan di atas.

2. Buat masjid yang mau ada kegiatan "rutinan" berjamaah setelah shalat fardhu, sebaiknya beri waktu untuk jamaah shalat agar bisa melaksanakan shalat sunnah dulu. Terutama masjid-masjid yang sering disinggahi musafir, yang notabene tidak tahu kebiasaan masjid setempat.

Trackback address for this post

This is a captcha-picture. It is used to prevent mass-access by robots.
Please enter the characters from the image above. (case insensitive)

1 comment

Comment from: Ainul Hakim [Visitor] Email · http://hakim.smartikon.com
bisa nambahin catatan :
3. Kalo sholat diperhatikan aturan sutrah, yaitu membuat batas di depan posisi sholat kita. hal ini penting agar ketika kita sholat kita tidak di lewati orang. dengan demikian tidak mungkin kita sholat di tengah masjid jika ditengah masjid tidak ada sutrah-nya. jadi kemungkinan besar adalah di pinggir, entah pinggir depan atau di belakang pilar.

salam kenal
wassalam
07-07-2007 @ 19:06

Leave a comment


Your email address will not be revealed on this site.

Your URL will be displayed.
(Line breaks become <br />)
(Name, email & website)
(Allow users to contact you through a message form (your email will not be revealed.)
This is a captcha-picture. It is used to prevent mass-access by robots.
Please enter the characters from the image above. (case insensitive)
Perjalanan menuju terminal terakhir.
[Kritik dan Saran]

Search

XML Feeds










powered by b2evolution free blog software