« Situs-Situs Pemerintah dan RSSnyaSELAMAT IDUL FITRI 1428 H »

Beberapa Alternatif Transportasi Bogor - Jakarta PP

24-10-2007 | by hendra [mail] | Categories: Motorku, Safar, Kerja, Transportasi

Tidak sedikit warga Bogor yang memiliki aktivitas di Jakarta, baik itu sebagai pelajar, mahasiswa, pekerja, bahkan pengamen. Jakarta benar-benar (masih) menjadi tumpuan harapan warga Bogor untuk meraup harta demi mengebulnya asap dapur. Nah, dengan jarak yang lumayan jauh antara Bogor dan Jakarta, transportasi mau tidak mau menjadi suatu hal yang penting. Setiap jam berangkat kerja maupun pulang kerja, transportasi Bogor - Jakarta pasti puenuh (bukan penuh lagi, tapi "puenuh" dengan agak ditekan sedikit pada saat pengucapannya, halagh...). Misalnya KRL Ekonomi Bogor, para penumpang bisa di-pressto seperti yang pernah saya tulis di sini.

Untuk transportasi Bogor - Jakarta PP, saya pernah mencoba beberapa alternatif. Soalnya mau tahu mana transportasi yang efisien dan efektif. Kesimpulan sementara setelah mencoba beberapa alternatif tersebut, semuanya relatif. Tergantung situasi dan kondisi, kadang A yang efisien, kadang B, kadang C yang efektif, dst. Beberapa alternatif transportasi Bogor - Jakarta yang pernah saya coba antara lain:

1. KRL Ekonomi Bogor

Transportasi yang satu ini tergolong murah meriah. Cuma Rp. 2.500 sudah bisa sampai Jakarta. Kalau di dalam kota, Rp. 2.000 itu bisa untuk sekali naik angkot atau bus. Nah, dengan KRL Ekonomi ini duit segitu bisa untuk jarak jauh Jakarta - Bogor. KRL Ekonomi ini berhenti di setiap stasiun, jadi so pasti lambat kalau dibandingkan KRL Express Pakuan Bogor. Lama perjalanannya kira-kira lebih dari 1,5 jam dari stasiun Bogor ke stasiun Juanda Jakarta, itu kalau dalam kondisi normal. Yang menjadi masalah adalah seringkali kondisinya tidak normal, misalnya ada KRL yang mogok, jadwal kereta terlambat, kabel listrik putus, banjir di salah satu stasiun, dll. Yang sering kali saya alami, dengan KRL Ekonomi memakan waktu kira-kira 2 s.d 4 jam untuk Jakarta - Bogor.

Biaya total kalau menggunakan KRL Ekonomi, kira-kira Rp. 2.000 (titip motor di stasiun bogor), ditambah Rp. 5.000 (karcis KRL bolak-balik), plus bensin motor ke stasiun Bogor kira-kira Rp. 1.000. Jadi totalnya Rp. 8.000. Murah. Apalagi kalau beli tiket abodemen bagi yang sering berlangganan, cuma Rp. 60.000 per bulan.

2. KRL Pakuan Express Bogor

Pakuan Express Bogor lumayan nyaman, khususnya kalau dapat tempat duduk. Keretanya ber-AC, cukup bersih, penerangan cukup baik, dll. Waktu yang ditempuh cukup cepat, yaitu sekitar 1,25 jam Bogor - Jakarta, karena tidak berhenti di semua stasiun. Waktu tersebut adalah kalau dalam kondisi normal. Yang tidak normal bisa lebih dari itu, misalnya ada KRL Ekonomi di depannya mogok, ada stasiun yang banjir, dll. Kalau dihitung dari rumah ke tujuan, waktu yang digunakan bisa mencapai kurang lebih 1,5 - 2 jam. Harga karcisnya lumayan gede, yaitu Rp. 11.000 untuk sekali jalan. Harga karcis segitu bikin tidak nyaman di hati kalau service-nya tidak memuaskan. Yang pernah saya alami adalah AC-nya mati atau cuma angin aja yang keluar (jadi penumpang seperti di "ungkep", berpanas-panas ria sampai keringetan di dalam ruang gerbong tertutup selama 1 jam lebih), jadwal terlambat, dll. Naik Pakuan cocok untuk yang ingin kepastian jadwal, santai di kereta, punya duit banyak, dll. Kalau Pakuan penuh, biasanya penumpang yang tidak kebagian tempat duduk akan duduk di lantai dengan alas koran, lalu tidur, ngobrol, baca koran, dengerin MP3 player, atau mainin HP/PDA kebanggaannya.

Total biaya PP kalau naik Pakuan, kira-kira Rp. 22.000 (karcis Bogor - Jakarta bolak-balik), Rp. 2.000 (titip motor di stasiun Bogor), dan Rp. 1.500 (naik bus dari stasiun ke tempat aktivitas). Jadi totalnya Rp. 25.500,-, dibuletin deh jadi Rp. 26.000,-

3. Bus

Naik bus dari Bogor ke Jakarta bisa dari terminal Baranangsiang. Bus ke Jakarta sangat banyak pilihan, ada yang ke UKI, Kalideres, Tanjung Priok, dll, jadi waktu menunggu bus berangkat tidak lama, kecuali kalau hari Sabtu - Ahad. Yang pernah saya coba adalah ke UKI dan Kalideres. Selama perjalanan, bisa disuguhi film (kalau di bus ada TVnya), disuguhi nyanyian LIVE alias pengamen selama 1 jam-an, baca koran, baca buku, atau tidur. Kalau naik bus AC ke UKI, kira-kira 1 jam dari Bogor. Lalu dari UKI naik bus dalam kota ke tempat aktivitas. Nah naik bus dalam kota ini waktu tempuhnya relatif, kalau macet bisa lama. Saya belum pernah coba bus di hari kerja, jadi kurang tahu apakah penuh atau tidak. Kalau hari Sabtu - Ahad relatif pas alias tidak ada penumpang yang berdiri. Bayar bus cuma Rp. 6.000 (belakangan ini naik jadi Rp. 7.000) kalau ke UKI. Jadi biaya kalau naik Bus kira-kira Rp. 14.000 (bolak balik Bogor Jakarta) ditambah Rp. 8.000 untuk transportasi dalam kota menuju dan dari tempat aktivitas, ditambah Rp. 8.000 (untuk naik ojek bolak balik), Rp. 4.000 (untuk transportasi angkot di bogor menuju dan dari terminal), totalnya Rp. 34.000,-. Jatuhnya jadi mahal gara-gara banyak "over head" alias gonta ganti tranport selama perjalanan. Selain itu karena saya belum tahu apakah di terminal Baranangsiang ada penitipan motor atau tidak, akibatnya naik ojek dan angkot.

4. Motor

Yang pernah saya coba, saya naik motor dari arah Jl. Pajajaran Bogor, terus ke Warung Jambu, lalu ke Jl. Bogor Raya lewat Cibinong, lalu ke Jl. Raya Bogor lewat Pasar Rebo, lalu lewat Kampung Melayu, Salemba terus ke arah utara daerah Jakarta Pusat ke tempat saya beraktivitas. Jaraknya kira-kira 51 KM, jadi kalau bolak balik 102 KM. Waktu yang perlukan kira-kira 2 jam untuk sekali perjalanan, dengan kecepatan rata-rata 25 km/jam. Kecepatan segitu memang tergolong lambat, tapi sebenarnya tidak lambat. Angka segitu muncul karena sering bertemu titik macet seperti pasar, lampu merah, pabrik, terminal, sekolah, dll. Kalau mau yang agak lebih cepat, bisa lewat jalur Parung. Cuma jalannya memutar menjauhi tempat aktivitas di Jakarta Pusat. Jadi sama saja.

Motor cocok untuk yang punya daya tahan tubuh kuat. Pasalnya, kalau naik motor Bogor - Jakarta setiap hari, bisa teler kalau kondisinya ngga kuat. Belum lagi kalau hujan dan kondisi macet di Jakarta, bisa tambah teler :). Musti banyak-banyak minum air putih dan madu, plus olah raga. Dengan motor, cocok untuk yang ingin mobilitas tinggi, atau ada keperluan sesuatu di Jakarta yang membutuhkan mobilitas. Jadi saran saya, jangan tiap hari kerja naik motor Bogor - Jakarta kecuali penting mendesak.

Biaya total untuk naik motor kira-kira Rp. 10.000,- untuk bensin premium bolak balik. Dan jangan lupa, dengan makin seringnya motor digunakan, maka akan makin sering untuk ganti oli dan aus mesin. Jadi jangan lupakan biaya ke bengkel.

--

Nah, kira-kira tranportasi mana yang Anda pilih untuk beraktivitas rutin di Jakarta? Atau ada alternatif lain, helikopter misalnya? Saya sendiri kadang naik KRL Ekonomi, kadang KRL Pakuan Express, atau kadang naik motor, tergantung situasi dan kebutuhan. Tidak pernah naik bus kecuali Sabtu - Ahad. Belakangan ini saya makin sering naik KRL Pakuan Express.

Permalink

Trackback address for this post

Trackback URL (right click and copy shortcut/link location)

11 comments

Comment from: kiky [Visitor] Email
kikysalam kenal, ounya jadwal pakuan express gambir/jakarta - bogor ngga?
mau ngajak anak2x "backpacker" :), naik kereta ke bogor dulu...
20-12-2007 @ 18:24
Comment from: hendra [Member] Email
hendraSalam kenal juga. Jadwan Pakuan Express ada di www.krlmania.com :)
27-12-2007 @ 15:55
Comment from: erlangga [Visitor] Email
erlanggaBoleh nanya kalau naik taksi jakarta bogor ke jalan pancaran 17 ,kena berapaan ya ???
06-05-2008 @ 19:32
Comment from: Hadi [Visitor]
Hadiinfonya bagus sekali...
aku lagi nyari2 rumah di jkt-bgr, ktr jg di jkt pusat dkt gambir/istiqlal.. ada saran ga ?
27-03-2009 @ 17:04
Comment from: Rogayah [Visitor]
RogayahSalam kenal!
Aku baru pindah kerja ke bogor, dan rencana akan pp jakarta-bogor naik kereta express. Naik keretanya dari stasiun mana lagi ya selain dari juanda? Apakah bisa dari kota, gambir, atau tanah abang untuk yang domisili di jakarta barat? kalau pagi, kereta berangkat jam berapa ya? terima kasih untuk informasinya.
30-05-2009 @ 17:35
Comment from: agustian [Visitor]
agustiansaya mau tanya bozz.., kalo misalkan saya mau pulang ke bogor, naik bus di UKI, bayarnya langsung di bus nya apa beli karcisnya dulu di lokettnya,,, terima ksih
16-07-2009 @ 23:06
Comment from: dana [Visitor]
danakalo naik bis belanova gmn? or shuttle2 yg semacamnya? katanya bisa jg tuh bos?
18-06-2010 @ 14:09
Comment from: Firman [Visitor]
FirmanInsya Allah, saya akan tugas ke daerah Cilandak, Jakarta Selatan. Kalau saya domisili di Bogor, bagaimana jalur transportasi ke tempat kerja ya? Sekalian estimasi biayanya.
12-02-2011 @ 09:45
Comment from: htr [Visitor]
htrbutuh berapa jam dri jkarta ke bogor?
06-04-2011 @ 18:32
Comment from: riyo [Visitor]
riyoada gk jurusan Bogor-Lampung? dan berapa tarifnya? makasih.
16-08-2011 @ 15:45
Comment from: riyo [Visitor] Email
riyoAda tidak bus jurusan Bogor-Lampung, jika ada berapa tarifnya??
16-08-2011 @ 15:46

This post has 1231 feedbacks awaiting moderation...