| « Pesan Singkat | Re-posting: Rem Blong » |
Kami semua berlari. Namun aku hanya berlari-lari kecil, karena merasa aneh tidak merasakan gempa. Lalu kulihat sekeliling, lama kelamaan suasana agak mereda, kembali tenang. Gempa sudah usai, ternyata hanya sebentar. Tapi cukup membuat panik.
Kususuri jalan yang hanya dari tanah ini perlahan-lahan, sambil memperhatikan sekeliling. Orang-orang disekitar tampak kembali tenang.
Tiba-tiba, ada semacam gundukan di tanah, gundukan itu bergerak menuju arahku, seperti gelombang di pantai. Ketika gundukan itu tepat ada di depanku, aku melompatinya hingga gundukan itu terus berjalan menuju arah belakangku.
Aku heran, itu tadi apaan ya? Apakah bumi pijakanku lagi retak?
Lalu tiba-tiba ada lagi gundukan berjalan. Kali ini gundukannya panjang melebar, melintang dihadapanku dan berjalan menuju arahku. Aku lompati lagi, dan gundukan itu terus berjalan ke arah belakangku. Lagi-lagi aku heran, apakah itu tadi... Aku sempat berpikir, apakah ini lagi kiamat?
Akhinya aku menuju masjid. Di sana kulihat beberapa orang sudah bersiap-siap shalat jama'ah. Setelah wudhu, aku bergegas menuju barisan paling depan, paling depan sekali sebelum semua sampai ke barisan depan. Saking terburu-burunya, ternyata aku salah menghadap kiblat. Kiblat di masjid ini arahnya miring ke kanan, sedangkan aku mengarah tegak lurus ke depan masjid. Ketika aku sadar salah arah kiblat, aku langsung bergabung ke para jamaah yang sudah berbaris. Aku masuk di barisan paling depan. Shafnya padat sekali, hingga tidak ada celah di antara kaki dan pundak. Ini benar-benar shaf yang sangat rapat.
Tiba-tiba ada seseorang memasangkan mic ke baju ku.
"Lho, untuk apa ini?" aku tanya orang itu.
"Kamu jadi bilal ya.." jawab dia.
Oo.. aku diminta jadi bilal. Aku nurut aja, maka jadilah aku sebagai bilal. Setiap kali imam bertakbir, aku ikuti dengan suara takbir yang keras agar jamaah yang lain mendengar. Ketika kami shalat, semua jamaah menangis, menangis sejadi-jadinya, termasuk aku.
Di tengah-tengah shalat itu, tiba-tiba aku terbangun...
Aah, ternyata aku baru saja bermimpi. Ahad siang itu aku tertidur kelelahan. Kulihat jam, ternyata jam 13.00. Waduh, aku terlewat shalat dzuhur berjamaah di masjid...
This post has 1 feedback awaiting moderation...