Cara Mencari MAC Address Komputer Lain

12-07-2010 | by hendra [mail] | Categories: Network

Bagaimana cara mencari MAC Address komputer lain yang terhubung dalam satu jaringan?

Address Resolution Protocol (ARP) adalah utilitas networking sederhana yang bisa digunakan untuk mencari MAC address komputer lain dalam jaringan (network) kita. Sebelum kita bisa berkomunikasi dengan komputer lain dalam jaringan, nama komputer harus resolved ke sebuah IP Address. Lalu IP Address harus diresolved ke MAC Address atau alamat fisik. Hal ini diselesaikan menggunakan ARP. Komputer kita akan menyimpan sebuah tabel translasi alamat fisik.

Jika kita ingin mencari MAC Address dari komputer lain, cara sederhananya dengan melakukan ping ke komputer tersebut dengan membuka command prompt dan tulis ping diikuti dengan IP Address yang diarahkan ke remote komputer. Sejak IP Address telah diresolved ke MAC Address, sebuah entri akan ditambahkan ke tabel translasi alamat fisik. Pada command prompt tuliskan arp -a. Hasilnya akan menampilkan IP Address dan MAC Address dari remote komputer.

Tools Online untuk Memeriksa Kinerja Situs

15-06-2010 | by hendra [mail] | Categories: Teknologi Informasi

Kadang kala, kita perlu memeriksa kinerja situs kita dengan ping, traceroute, dsb. Ada banyak situs di internet untuk hal tersebut. Beberapa yang pernah / sering saya gunakan, antara lain:

http://tools.pingdom.com

http://network-tools.com

http://dns-tools.domaintools.com

http://centralops.net/co/

http://ipv6.ppk.itb.ac.id/cgi-bin/traceroute.pl

http://www.dotcom-monitor.com/task_instant_test.aspx

http://www.uptimetools.com/

http://host-tracker.com

Untuk memeriksa situs, kadang-kadang perlu di periksa dari berbagai server di berbagai lokasi. Silakan pilih di atas yang sesuai, atau beberapa. Semoga bermanfaat.

 

Bagaimanakah Susunan Kabinet Indonesia Bersatu II (KIB II), 2009 - 2014?

17-10-2009 | by hendra [mail] | Categories: Politik

Isu politik yang sedang bergulir saat ini adalah seputar susunan kabinet Indonesia Bersatu II (KIB II) yang dipimpin oleh Presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kira-kira seperti apa dan siapa yang mengisi pos-pos dalam kabinet tersebut? Jawabannya tergantung orientasi pak SBY dalam menyusun kabinetnya. Orientasi bisa macam-macam, bisa berorientasi pesanan luar negeri, berorientasi pembangunan, berorientasi konsolidasi nasional, berorientasi golongan, berorientasi pengusaha, dll.

Siapa pun menterinya, bagaimana pun susunan kabinetnya, kita berharap agar pemerintahan kali ini berorientasi kepada pencapaian tujuan pemerintahan Negara Indonesia itu sendiri yang tersirat dalam Pembukaan UUD 1945, yaitu:

  1. melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia
  2. memajukan kesejahteraan umum,
  3. mencerdaskan kehidupan bangsa,
  4. ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial

Melindungi, jangan justru memerangi bangsa dan rakyatnya sendiri, apalagi kalau dipesan dari negara lain yang menunjukkan negara kita tidak berdaulat dan tidak merdeka. Melindungi di sini bukan berarti Indonesia harus menjadi Police State.

Memajukan kesejahteraan rakyat secara umum, jangan hanya memajukan segolongan konglomerat, apalagi memajukan negara lain. Misalnya, kekayaan alam Indonesia yang melimpah ruah harus diupayakan agar bisa dinikmati hasilnya oleh rakyat Indonesia sendiri. Dinikmati bisa berarti dikelola sendiri, diproduksi, diolah, dipakai, dikonsumsi, dll. Jangan sampai habis "dirampok" pihak asing atau hanya disimpan oleh segelintir golongan.

Mencerdaskan kehidupan bangsa dan rakyatnya, jangan justru membuat hal-hal yang membodohkan mereka, seperti misalnya membebaskan pornografi, melegalisasi lokalisasi pelacuran/perzinahan, melegalkan liberalisasi agama, dll. Dana-dana pendidikan jangan dipangkas, sekolah-sekolah dan perguruan tinggi ditingkatkan kualitasnya, dll. Pendidikan itu penting sekali, khususnya untuk generasi yang akan datang.

Ikut andil dalam ketertiban dunia, menolak segala bentuk penjajahan, seperti misalnya di Palestina yang dijajah Israel, dan menolak segala bentuk invansi (khususnya militer), pencaplokan negara lain, dll. Ikut andil dalam ketertiban dunia bisa berarti bahwa Indonesia juga harus punya kemampuan dalam hal militer, bisa membuat alat persenjataan sendiri, pesawat tempur sendiri, kapal laut sendiri, dst. Selain itu kemampuan diplomasi musti "tok-cer", apalagi Deplu menganut Total Diplomacy policy (CMIIW).

Jika tujuan di atas bisa dicapai, minimal didekati atau mendekati, mudah-mudahan Indonesia bisa menjadi negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur, yang juga dinyatakan dalam Pembukaan UUD 1945.

Semoga.. aamiin... :)

Upgrade ke b2evolution 3.3.1

10-08-2009 | by hendra [mail] | Categories: Blog ini

This blog was upgraded.

  • Old version: b2evolution 2.4.2
  • New version: b2evolution 3.3.1
  • Upgrading time: less than 1 hour (midnigt upgrading)
  • Problems found: Menu bar di atas tampak kurang rapi (alias kacau) pada front-end dan back-end.
  • Testimonial about new version: More stable. Ya... hanya itu. Baca aja change log nya di situs b2evolution. :)

Studi Literatur

21-07-2009 | by hendra [mail] | Categories: Jurnal Ilmiah, Riset

Link: http://mti.ugm.ac.id/~lukito/knowledge-sharing/menempuh-studi-s3/studi-literatur/

Oleh: Lukito

Studi literatur adalah salah satu kegiatan dalam riset S2 dan S3 yang memiliki fungsi penting. Tujuan studi literatur adalah untuk mendapatkan “peta” tentang domain penelitian yang akan dilaksanakan. Peta domain ini sebenarnya berwujud pengetahuan tentang riset-riset yang dilakukan oleh peneliti lain dalam area penelitian kita. Pengetahuan ini tidak hanya berupa pemahaman terhadap riset-riset tersebut, tetapi juga saling-kait yang terbentuk antar riset-riset tadi. Seperti diketahui, sebuah penelitian tidak muncul begitu saja, tetapi ia selalu mencoba menyelesaikan atau menjawab persoalan yang ditinggalkan penelitian sebelumnya. Keterkaitan inilah, yang jika dirangkai secara menyeluruh, menyusun graf yang membentuk “peta” domain penelitian kita.

Peta domain penelitian ini berguna dalam berbagai fase studi S2/S3. Pada fase awal, peta ini dapat mengarahkan mahasiswa untuk menentukan topik riset yang akan dipilih. Pengetahuan tentang domain yang kita pilih memungkinkan kita mengidentifikasi area-area mana saja yang belum pernah dieksplorasi orang lain, atau yang masih menyisakan problem-problem yang bisa kita teliti. Dalam studi S3 yang menekankan pada orisinalitas, kemampuan mengidentifikasi area penelitian (dan selanjutnya bisa dikembangkan menjadi topik penelitian) merupakan kunci penting. Jika anda masih berada dalam tahapan penentuan topik penelitian, jangan beranjak dari situ sebelum anda (dan pembimbing) merasa secure dan mantap dengan topik yang dipilih.

Pada tahap penulisan proposal, peta domain penelitian juga bermanfaat untuk menjustifikasikan orisinalitas topik yang diusulkan. Dengan teknik compare-and-contrast, mahasiswa bisa menunjukkan posisi (positioning) risetnya relatif terhadap penelitian-penelitian lain. Intinya, anda harus bisa menunjukkan apa perbedaan penelitian anda dengan penelitian lain. Dengan cara menunjukkan perbedaan-perbedaan inilah pembaca proposal bisa diyakinkan tentang keaslian dan kebaruan topik anda.

Bagaimana melakukan studi literatur? Yang jelas kegiatan ini harus dilaksanakan secara terbimbing dan terencana. Mulailah dengan mendefinisikan bidang yang anda pilih. Bacalah artikel, buku, dan tulisan dalam bidang itu, dan cobalah pahami esensi tiap tulisan tersebut, dan coba mulailah mengaitkan ide atau konsep yang muncul. Memang pada saat-saat awal anda biasanya hanya akan menyentuh hal-hal yang sifatnya superfisial (ilmiah populer), tapi jangan khawatir. Lakukan stepwise drill-down. Mestinya dalam course ini anda menemukan hal-hal spesifik yg menarik, nah, lakukan eksplorasi secara lebih mendalam ke hal-hal spesifik tersebut. Masuklah ke level yang lebih detil. Bacalah artikel-artikel ilmiah, terutama seminar-seminar dan jurnal-jurnal internasional yang khusus membahas bidang tersebut. Jika sudah berada pada level yang spesifik, jangan membaca buku, apalagi text book. Ingatlah bahwa text book itu hanya berbicara pada level umum. Lakukan seperti yang telah saya tulis di atas: pahami substansi dari artikel-artikel tersebut, lalu coba tarik benang merah di antaranya.

Pada akhirnya, mungkin tanpa anda sadari, anda akan mengerti apa yang sedang dibicarakan para peneliti lain dalam bidang yg anda pilih tersebut. Pada saat ini, anda sudah “masuk” ke dalam dunia mereka. Selamat!

Tugas berikutnya adalah menemukan peluang bagi penelitian anda: area mana dalam dunia tersebut yang belum diteliti orang lain. Dalam tahap ini, seorang mahasiswa S3 harus menempuh perjalanannya sendirian. Ya…sendirian, bahkan pembimbingnyapun tidak bisa menemani dari dekat.

Studi literatur juga memerlukan information skills. Mencari artikel conference dan jurnal sering kali tidak mudah, apalagi jika perpustakaan universitas tidak melanggan jurnal-jurnal yang diperlukan. Tapi untungnya Internet menyediakan tools dan resources lain yang tidak kalah bermanfaat. Ada cukup banyak jurnal dan prosiding seminar yang bisa diakses secara cuma-cuma. Pun jika artikel yang diincar harus diakses dari situs berbayar, kita juga bisa mencari alternatif sumber lain yang gratis (misalkan, dari situs pribadi penulisnya). Yang penting adalah bagaimana bisa menemukan apa yang diperlukan. Ketrampilan menggunakan search engine, pengetahuan tentang sumber-sumber informasi, serta melacak artikel-artikel berikutnya yang harus dibaca adalah contoh-contohinformation skills yang perlu dikuasai mahasiswa.

Pada akhirnya, selain kemampuan intelektual untuk memahami tulisan-tulisan ilmiah, yang tidak kalah pentingnya dalam studi literatur adalah kesabaran, konsistensi, dan ketekunan. Sikap inilah yang perlu dimiliki oleh setiap mahasiswa pascasarjana, khususnya S3.

---

Dikutip seutuhnya dari Blognya Lukito (many thanks)

Panduan Dasar Dalam Menerima dan Menyebarkan Email / SMS

04-06-2009 | by hendra [mail] | Categories: Komunikasi

Dalam kondisi-kondisi tertentu, misalnya dalam Pileg atau Pilpres, sudah pasti akan banyak beredar berita ini itu. Apalagi zaman sudah semakin canggih dengan adanya kemudahan ber-email dan ber-sms. Sehingga berita mudah mengalir bagai air bah, tanpa mengenal apakah itu berita bohong atau berita benar. Oleh karena itu saya coba buat panduan dasar yang sederhana di bawah ini tentang bagaimana sikap kita dalam menerima dan menyebarkan email / sms. Inti dari panduan ini sebenarnya adalah agar nilai-nilai positif dapat tersebar melalui email/sms, dan mengeliminasi nilai-nilai negatif (spt fitnah, gosip, ghibah, berita bohong, adu domba/namimah, dll) supaya tidak tersebar ke mana-mana. Semoga bermanfaat.

1. Lokalisasi dan Seleksi. Jangan sebarkan Email/sms yang kontennya tidak layak dikonsumsi untuk umum, misalnya yang bersifat internal organisasi, rahasia organisasi, belum pasti kebenaran kontennya, belum jelas dari mana sumbernya, atau isinya cuma gosip, spam, dll.

2. Untuk sms/email yang tidak layak konsumsi untuk umum dan terkait dengan organisasi, silakan di cross check pada pimpinan Anda.

3. Jadikan pimpinan sebagai sumber rujukan resmi terkait dengan konten sms/email yang beredar.

4. Jangan sering-sering membaca email/sms yang berisi berita bohong. Delete saja.

5. Kalau ada sms/email yang berisi berita bohong, jangan disebarkan ke orang lain. Langsung delete saja.

6. Utamakan prasangka baik (husnuudzon) terhadap setiap mukmin dan mukminah yang terkait dengan berita bohong yang terdapat di sms/email tersebut, ketimbang langsung percaya dengan isi email/sms tsb.

7. Harus ada saksi untuk membuktikan berita dalam sms/email tsb benar atau hanya berita bohong. Untuk tuduhan zina, harus ada 4 orang saksi. Untuk hal lain di luar tuduhan zina harus ada 2 orang saksi.

8. Isi berita bohong dalam sms/email jangan jadikan obrolan sehari-hari dengan teman, dengan siapa pun, kecuali dengan pimpinan organisasi untuk keperluan crosschek / tabayun (lihat point 2).

9. Jangan sebarkan sms/email yang kita tidak tahu sama sekali pokok permasalahannya. Tahan diri dan hemat pulsa.

10. Lihat profil dan track record orang yang mengirim sms/email tsb.

10. a. Jika orang fasik *) yang mengirimkannya, periksa dengan teliti isi sms/email tsb.

10. b. Jika bukan orang fasik yang mengirimkannya, lihat point 1 s.d 9.

Catatan:

*) Fasik = Orang fasik adalah orang yang banyak berbuat maksiat, meninggalkan perintah Allah, keluar dari jalan yang benar dan agama. Fasik juga didefinisikan sebagai orang yang melakukan dosa besar atau sering melakukan dosa kecil. Dengan demikian, lihatlah track record si pengirim sms/email, apakah banyak berbuat maksiat, banyak meninggalkan perintah Allah, atau banyak melakukan dosa, atau tidak. Atau lihat ibadah si pengirim sms/email, apakah ibadahnya - khususnya ibadah wajib seperti shalat fardhu, zakat, puasa, dll - dia jalankan atau tidak, karena tidak menjalankan ibadah wajib berarti berdosa.

NB: Tulisan ini saya susun berdasarkan tulisan saya sebelumnya di sini:


http://www.hdn.or.id/index.php/artikel/?p=212

Tags: berita, email, sms

Masalah Kompatibilitas Postnuke 0.764 dengan PHP 5.2.*

22-05-2009 | by hendra [mail] | Categories: Open Source, PHP, Programming

Postnuke adalah salah satu CMS "tua" yang kini sudah berevolusi menjadi Zikula. Buat yang sekarang masih menggunakan Postnuke 0.764, sedangkan web server nya menggunakan PHP versi 5.2.*, biasanya akan mengalami masalah dalam hal kompatibilitas, khususnya dalam hal penanganan session. Salah satu contoh masalah yang timbul adalah user tidak bisa login (cannot login) ke Postnuke, walaupun sudah muncul halaman yang bertuliskan:

"Logging you in -- please wait!"

setelah memasukkan username dan password. User akan kembali lagi ke halaman depan dengan kondisi tidak login (not logged-in).

Salah satu solusinya adalah dengan memodifikasi:

file /YOU_POSTNUKE_HOME/includes/pnSession.php

sebagai berikut:


 

Tambahkan baris kode berikut ini:

register_shutdown_function("session_write_close");

Tepat sebelum baris ini:

session_set_save_handler("pnSessionOpen",
                       "pnSessionClose",
                       "pnSessionRead",
                       "pnSessionWrite",
                       "pnSessionDestroy",
                       "pnSessionGC");

 

Bacaan lebih lanjut, buka Forum Diskusi Zikula pada link ini.

Saran:

  1. Jika masih ingin tetap menggunakan Postnuke dan CMS kelanjutannya (Zikula), sebaiknya upgrade/migrasikan Postnuke Anda ke Zikula terbaru.
  2. Jika tidak ingin menggunakan Postnuke lagi, mungkin Joomla atau Drupal bisa menjadi alternatif.

Accomodating WP-PostViews and WP-PostRatings plugins to Popular Post Plugin (Wordpress)

11-05-2009 | by hendra [mail] | Categories: Programming

I want to use a Wordpress plugin named: Popular Posts plugin (by Rob Marsh, SJ) . This plugin using 'pvc_views' metadata as an order in SQL query. With this plugin, I want to accomodate 'views' metadata (from WP-PostViews plugin) and 'ratings_score' metadata (from WP-PostRatings plugin) plugins too, instead of 'pvc_views' metadata. So I changed the source code, here they are:

— FILE: popular-posts.php (Version: 2.6.2.0) —

Find this :

$where[] = "meta_key = 'pvc_views'";

and then I changed with this:


if ($options['popular_mode'] == 'ratings_score') {
$where[] = "meta_key = 'ratings_score'"; //from plugin WP-PostRatings
} elseif ($options['popular_mode'] == 'views') {
$where[] = "meta_key = 'views'"; //from plugin WP-PostViews
} else
{
$where[] = "meta_key = 'pvc_views'"; //default;
}

— END OF FILE: popular-posts.php —

# New parameter:

- popular_mode:

  • views, if you want to use views metadata (from wp-postviews). 
  • ratings_score, if you want to use ratings_score metadata (from wp-postratings). 
  • if popular_mode not defined, the default is using pvc_views metadata.

How to use:

To use wp-postviews as an order criteria, use this:

popular_posts('[.....]&popular_mode=views');

To use wp-postratings as an order criteria, use this:

popular_posts('[.....]&popular_mode=ratings_score');

Thank you. :)

NB: sorry if my English grammar is bad.

Pages: << 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 ... 24 >>